Banyak orang menyebut diri Baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
(Amsal 20:6)
Kita sering kecewa terhadap orang yang tidak setia. Seorang sanak keluarga berjanji akan menulis surat, tetapi bulan-bulan berlalu tanpa ada surat
yang diterima. Seorang pendeta berkata bahwa ia akan mengunjungi bila
kita sakit, tetapi ia tidak pernah datang ke rumah sakit atau ke rumah
kita. Seorang sahabat setuju akan menemani kita dalam kemalangan, tetapi
menelepon pun tidak. Banyak orang berkata akan mendoakan kita, tetapi
mereka cepat melupakan kebutuhan kita. Seseorang berjanji akan melakukan
suatu tugas penting bagi kita, tetapi tak pernah melakukannya. Kita
bertanya-tanya, “Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang
setia, siapakah menemukannya?” (Amsal 20:6).
Kita
tidak dapat berbuat banyak terhadap ketidaksetiaan orang lain. Tetapi
kita dapat melakukan banyak hal untuk kesetiaan kita terhadap orang
lain. Apabila kita berjanji, kita harus menepatinya. Bila kita berkata
kepada seseorang bahwa kita akan berdoa baginya, kita perlu
menindaklanjuti dan melakukannya. Apabila kita menyatakan kesetiaan dan
kasih kepada orang lain, maka kita dapat melakukan hal-hal kecil yang
menunjukkan kepada mereka bahwa kita serius.
Rasul Paulus mengatakan bahwa salah satu buah Roh adalah kesetiaan (Galatia
5:22). Allah akan menciptakan di dalam diri kita roh yang teguh jika
kita menganggap serius apa yang kita katakan kepada orang lain tentang
hal-hal yang akan kita lakukan bagi mereka, dan jika kita menepatinya.
Mintalah Allah menjadikan Anda orang yang dapat dipercaya, yakni orang yang teruji dan benar - DR
Disadur dari www.kidung.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar